Laparoskopi

Bagaimana laparoskopi dilakukan?
 |
Laparoskopi dilakukan dengan cara kamera video dilengkapi sinar (laparoskop) ke dalam rongga perut, sehingga dokter bedah dapat mengamati organ dalam, dari rahim, ovarium, tuba falopi sampai usus, kandung kemih, hati, dsb. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan bius total. Gas karbon dioksida diperlukan untuk menggembungkan rongga perut untuk memungkinkan visualisasi yang lebih baik selama operasi. |

Apa operasi ginekologis yang bisa dilakukan dengan laparoskopi?
 |
Hampir 90% dari semua pembedahan ginekologis bisa dilakukan secara laparoskopik. Sampai sejauh mana, hal ini tergantung pada pengalaman dokter bedahnya. Melalui tiga sampai empat irisan sebesar 0,5 – 1 cm pada pusar dan setengah bagian bawah perut, laparoskop dan instrumen lainnya dimasukkan ke dalam abdomen untuk melakukan pembedahan. Jenis pembedahan mulai dari sterilisasi tuba, perawatan endometriosis, pembedahan tuba kemandulan, pengambilan kista ovarium dan fibroid sampai pengangkatan seluruh rahim dan ovarium. |

Apa kelebihan laparoskopi?
Karena ukuran lukanya lebih kecil dibanding dengan metode terbuka tradisional, pemulihannya cenderung lebih cepat dan rasa sakitnya minim. Selain itu, peluang infeksi luka juga jauh lebih rendah. Akhirnya luka yang lebih kecil tentunya lebih baik dari segi kosmesis, yakni penampilan pasien.

|